Mencintai Allah dengan Keindahan

Cintai Allah dengan Keindahan

Keindahan merupakan sebuah anugerah yang diberikan Allah kepada setiap umat-Nya. Banyak manusia yang memiliki sebuah keindahan dalam hidupnya, baik keindahan yang bersifat haqiqi maupun sababi. Di dalam sebuah kehidupan, apabila tidak ada ketenangan maka tidak akan ada pula keindahan.

Menurut Ibnu Abbas r.a., yang dimaksud dengan ketenangan adalah Rahmat. Menurut Qatadah, makna yang dimaksud ialah ketenangan dalam hati orang-orang mukmin, yakni para sahabat di hari Hudaibiyah, mereka adalah orang-orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya serta tunduk patuh kepada hukum Allah dan Rasul-Nya. Setelah hati mereka tenang dan tenteram, maka Allah menambahkan kepada mereka keimanan selain dari keimanan yang telah ada pada diri mereka.

Allah SWT menciptakan bumi, langit dan segala isinya untuk mengindahkan manusia serta mengharuskan manusia agar senantiasa menjaga dan melestarikannya. oleh sebab itu kita sebagai umat-Nya harus menjaga titipan segala isi alam ini, demi terciptanya keindahan yang Allah berikan. Rasulullah bersabda :

Sesungguhnya Allah maha indah, dan mencintai keindahan. Dengan demikian, jika makhluk mencintai sebuah keindahan, maka dia akan dicintai pula oleh Allah SWT.”

Pada dasarnya keindahan adalah Alamiyah, sedangkan alam yang minciptakan adalah Allah SWT. Bisa diartikan bahwa keindahan adalah ciptaan Tuhan. Allah SWT berfirman :

“Dia-lah Allah yang menjadikan segala yang ada di dunia untuk kamu, dan Dia menghendaki (menciptakan) langit dan bumi, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Al-Baqarah Ayat 29

Di antara keindahan lainnya yang Allah cintai adalah dengan memperbagus ucapan dan menghiasi lisan dengan kalimat-kalimat yang baik dan pembicaraan yang terpuji. Bentuk memperindah dan menghiasi lisan antara lain berdzikir kepada Allah SWT,  bertasbih, bertahmid, bertakbir, bertahlil, membaca Alquran, memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah keburukan, berdakwah, dan mengajarkan hal-hal yang baik.

Baca Juga  Ciri Perumahan Ramah Lingkungan

Selain hal itu, kita sebagai manusia juga harus menghiasi anggota badan kita dengan hal-hal yang Allah cintai seperti beramal shaleh, menjaga hal-hal yang menjadi bangunan Islam (shalat, puasa, haji, zakat) dan semua bentuk ketaatan yang mendekatkan diri seseorang kepada Allah SWT. Maka hal tersebut merupakan memperindah amalan yang perbuatan tersebut di cintai oleh Allah SWT.

Syariat Islam adalah ajaran yang menjunjung tinggi akhlak dan adab. Orang yang menjaga adab dan akhlak yang sesuai dengan tuntunan syariat Islam, maka dia telah berhias diri dengan sebaik-baik perhiasan. Ketika seseorang menghiasi diri dengan adab dan akhlak yang terpuji, maka ia telah melaksanakan hal yang paling maksimal dalam memperindah dirinya.

Memperindah diri ini akan mendekatkan seseorang kepada Yang Maha Indah, yakni Allah Subhanahu wa Ta’ala. Betapa Agungnya memperbaiki diri dan betapa mulianya seseorang beribadah kepada Allah dengan cara memperindah diri mereka. Semoga Allah Ta’ala memperindah dan menghiasi diri kita dengan sesuatu yang Dia cintai dan Ridhai.

Photo Credit : Kukuh Himawan Samudro dan Unsplash

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *