Dampak negatif KPR Bank

Dampak Negatif KPR Bank Konvensional.

Bagi anda yang mendambakan rumah impian, pasti tidak asing dengan istilah KPR (Kredit Kepemilikan Rumah). Karena memang KPR ini merupakan salah satu solusi dalam membeli sebuah rumah. KPR ini tentu yang paling banyak diminati apalagi bagi yang mendambakan rumah, tapi masih belum mampu untuk membayar secara cash atau tunai.

Spanduk dan brosur bertebaran dimana-mana dengan berbagai penawaran rumah dengan KPR dan bunga yang bersaing. Bagi masyarakat awam apalagi yang belum mengetahui tentang sistem KPR Konvesional tersebut, pasti akan mudah tergiur. Namun, ada beberapa hal yang akan merugikan nasabah apabila mengambil rumah melalui KPR dengan Bank Konvensional.

Berikut hal-hal yang mungkin akan membuat nasabah merugi, apabila membeli rumah dengan KPR Bank Konvensional :

1. Proses BI Checking yang rumit dan memakan waktu

Tahap awal jika mau mengajukan KPR ke bank adalah melalui BI Checking. Proses ini akan memakan waktu selama berminggu-minggu. Mengapa demikian, karena Bank akan memverifikasi data yang diperlukan secara detail.

Apabila berprofesi sebagai pegawai tetap, mungkin hal ini akan lebih mudah karena akan disediakan oleh kantor secra langsung. Sedangkan bagi wirausaha mikro kecil dan menengah ataupun pedagang, syaratnya sangat sulit tapi wajib dipenuhi. Misalnya seperti Ijin usaha, Laporan keuangan lengkap, dan aliran kas harus stabil. Jika satu saja dari syarat tersebut tidak bisa dipenuhi, maka pengajuan anda akan ditolak. Sudah pasti tidak akan bisa melangkah ke tahap berikutnya.

Baca Juga  Perbedaan Perumahan Syariah dengan Konvensional

2. Harga Rumah tidak sesuai dengan harga yang disepakati di awal

Harga di awal yang terlihat sedikit, tapi apabila di total sampai dengan akhir jatuh tempo akan berbeda. Karena adanya Bunga yang kadang tak kasat mata, tidak kita hiraukan yang penting angsuran murah dibawah 1 juta per bulan misalnya, tapi ini berjalan puluhan tahun. Bisa jadi bunga sebesar 100% dari harga rumah, belum lagi bunga lainnya jika terjadi keterlambatan pembayaran dan lain sebagainya.

3. Denda keterlambatan akan mengurangi biaya untuk membeli rumah.

Setelah pegajuan disetujui tidak boleh ada keterlambatan dalam membayar angsuran, meskipun hanya satu hari. Jika sampai terlambat dalam pembayaran akan dikenakan denda yang sudah ditentukan oleh Bank yang menyediakan KPR tersebut. Denda biasanya dikenakan per hari keterlambatan. Hal ini membuat biaya yang dikeluarkan untuk memiliki rumah semakin tinggi dan tidak bisa diprediksi. Tidak akan ada toleransi atas keterlambatan tersebut, apapun alasannya mereka tidak mau tahu.

4. Siap dihantui oleh Debt Collector apabila telat membayar beberapa bulan

Kalau sampai terlambat membayar angsuran, siap-siap didatangi oleh Dept Collector (DC) yang disewa oleh pihak Bank. DC akan menggunakan segala cara untuk menekan nasabah agar bisa kembali mengangsur. Pihak Bank sudah tidak mau tau sudah diserahkan ke DC. Parahnya lagi teror DC ini biasanya tidak pandang bulu, bisa jadi keluarga yang tidak tahu ap-apa akan jadi korban ketika pihak yang bersangkutan tidak ada dirumah.

Baca Juga  Jangan Menunda Membeli Rumah

5. Jika tidak lagi bisa membayar akan dilakukan penyitaan barang

Apabila tidak lagi bisa membayar angsuran akan dilakukan penyitaan rumah, lalu dilelang. Karena Bank masih punya hak penuh atas rumah, jika masih dalam jatuh tempo pembayaran. Untuk lelang juga besarnya akan ditentukan oleh pihak Bank. Seharusnya lelang bisa menutupi kekurangan angsuran nasabah, tetapi lelang biasanya akan jauh dibawah harga pasar agar rumah cepat laku. Jarang bahkan tidak pernah Bank akan memberikan kelebihan harga lelang ke nasabah. Kalau sudah seperti ini harapan untuk memiliki rumah akan terkubur dalam-dalam. Hasil kerja bertahun-tahun bahkan puluhan tahun akan lenyap dalam sekejap.

6. Akan dikenakan Pinalty jika melunasi lebih cepat

Melunasi sebelum jatuh tempo akan dikenakan Pinalty atau biaya tambahan. Melunasi lebih cepat atau terlambat akan kena biaya tambahan. Belum lagi dosanya. Perumahan Syariah adalah hal yang tepat untuk dipilih agar terlepas dari jeratan riba dan dosanya. contohnya seperti Perumahan Grand Syafa Madina yang ada di Magelang, karena langsung lewat Developer tidak menggunakan Bank manapun.

Itu tadi gambaran mengenai KPR Bank Konvensional, masih beranikan anda membeli Rumah dengan menggunakan KPR Bank Konvensional atau mulai sadar untuk beralih ke Perumahan Syariah tanpa Riba?

 

 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *