Harga Cash dan Cicilan Berbeda, Bagaimanakah Hukumnya dalam Islam?

Mungkin sering kita jumpai harga Tunai (Cash) dengan harga Cicilan (Kredit) berbeda, termasuk juga dalam jual beli Perumahan. Lalu apa hukumnya menurut sudut pandang Islam? Apakah itu termasuk Riba?

Jual beli dengan pola seperti itu diperbolehkan, dimana terdapat perbedaan antara harga tunai dan kredit. Dalam QS. Al Baqarah ayat 275, Allah SWT berfirman,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba” 

Begitu pula Allah berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 282 :

ﻳَﺎ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺁﻣَﻨُﻮﺍ ﺇِﺫَﺍ ﺗَﺪَﺍﻳَﻨْﺘُﻢْ ﺑِﺪَﻳْﻦٍ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﺟَﻞٍ ﻣُﺴَﻤّﻰً ﻓَﺎﻛْﺘُﺒُﻮﻩُ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermua’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya

Jadi di dalam kedua ayat tersebut sudah dijelaskan, bahwa Jual beli di perbolehkan, tetapi riba dilarang.

Dalam QS. Al Baqarah ayat 282 , sebagai pendukung ayat sebelumnya, bahwa jual-beli (mu’amalah) yang dilakukan tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan (pada transaksi kredit), hendaklah dituliskan/dicatat. Artinya, pada saat terjadi kesepakatan (akad) haruslah ditulis/dicatat ketentuan-ketentuan pembayaran yang dilakukan tidak secara tunai. Baik itu harga yang disepakati, cara pembayaran, dan waktu pembayaran.

Dari Abdullah bin Amr bis Ash, “Rasulullah SAW memerintahkan Abdullah bin Amr bin Ash untuk mempersiapkan suatu pasukan, sedangkan kita tidak memiliki unta tunggangan, maka Rasulullah SAW memerintahkanku untuk untuk membeli hewan tunggangan dengan pembayaran ditunda hingga datang saatnya penarikan zakat. Maka Abdullah bin Amr bin Ash pun, berdasarkan perintah dari Rasulullah SAW tersebut, membeli satu ekor unta dengan harga dua ekor unta dan beberapa ekor unta yang akan dibayarkan ketika telah tiba saatnya penarikan zakat.”
(HR. Abu Daud no. 3357 dan Ahmad 2: 171). Al Hafizh Abu Thohir dan Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.

Berdasarkan hadist tersebut diatas, dapat kita lihat bahwa jual beli dengan tenggat waktu diperbolehkan dan harganya juga lebih mahal dari harga tunai. Maka harga tambahan tersebut merupakan keuntungan, dan keuntungan tersebut bukan riba.

Baca Juga  Macam - Macam Muamalah dalam Ekonomi Islam

Mengapa demikian? Karena semakin lama waktu pembayaran semakin lama juga harga investasi di pasar diperediksi akan naik. Nilai 100 juta lima tahun lalu berbeda dengan sekarang. Begitupula dengan harga rumah, beli sekarang 190 juta misalnya, jika selesai membayar cicilan lima tahun lagi rumah tersebut jika di jual bisa jadi naik dua kali lipat.

Hal lain yang perlu diingat juga perhatikan akadnya, harus jelas kesepakatannya antara penjual dan pembeli. Jangan sampai tidak faham kemudian setelah terjadi transaksi baru bertanya-tanya.

Kesimpulannya adalah, jual beli secara kredit tidaklah masalah dan diperbolehkan secara Islam. Sudah ditegaskan melalui Quran dan Hadits. Walaupun jual beli secara kredit dengan harga yang lebih mahal dari harga tunai. Dan kesepakatannya pun jelas hanya satu harga saja yang disepakati. Jika harga yang di sepakati 220 juta misalnya untuk kredit lima tahun, tapi kemudian ada bunga dan denda kemudian harganya jadi berkali-kali lipat setelah selesai tenggat waktu yang di sepakati, hati-hati ini riba.

Wallahu a’lam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *