Kesucian Akad

Kesucian Akad

Kali ini Grand Syafa Madina mau membagikan artikel berkaitan dengan akad. Mungkin selama ini sudah sering dengar tentang akad, bukanlah sebuah kata asing. Namun, untuk penjelasannya mungkin masih ada yang bingung. Mungkin ada yang bertanya ya “Website Perumahan kok bahas akad segala, emang apa hubungannya?”

Iya … jadi gini jika nanti anda berjodoh dengan Grand Syafa Madina, kata akad ini akan sering muncul baik di lisan maupun diatas kertas. Bahkan di tempat lain yang menerapkan prinsip sama juga kata ini pasti akan dipakai. Karena Akad itu, bukan hanya tentang akad nikah saja lho … tapi dalam jual beli pun ada akadnya apalagi yang sudah menerapkan Prinsip syariah.

Sebelum pembahasan ke inti judul. Mimin paparkan dulu pengertian akad, jadi akad secara bahasa berarti ikatan (ar-Ribthu), perikatan, perjanjian dan permufakatan (al-ittifaq). Sedangkan secara istilah akad didefenisikan Al-‘Inayah sebagai hubungan legal yang diciptakan oleh pengikatan dua pernyataan, yang darinya mengalir konsekuensi legal berkenaan dengan subjek kontraknya. Berdasarkan pengertian yang ada terkait akad tersebut, dapat disimpulkan bahwa akad terjadi antara dua pihak dengan sukarela dan menimbulkan kewajiban atas masing-masing secara timbal balik.

Dalam aktivitas muamalah, akad terbagi menjadi dua macam yaitu akad komersial dan akad non komersial. Akad komersial mempunyai tujuan mencari keuntungan finansial, contoh akad dalam jual beli yakni akad bai’ maushufah, bai’ sharf, bai’ murabahah; pada bidang perdagangan yakni akad istishna’,syirkah dan qiradh; pada bidang pertanian seperti akad masaaqah dan muzaraah; dan pada bidang jasa seperti akad ijaarah dan ji’aalah/ju’aalah. Sedangkan akad non komersial adalah kebalikannya, yaitu bertujuan untuk mewujudkan kebaikan sosial sehingga bukan keuntungan bernilai komersil yang jadi tujuan utamanya. Prinsipnya seperti tolong menolong, Contoh akadnya adalah akad rahn (gadai), akad qardl (kredit), akad wadi’ah (titipan).

Baca Juga  Hukum Jaminan Barang dalam Jual Beli

Di bidang ekonomi khususnya ekonomi islam, akad menjadi sangat penting karena ini akan menjadi dasar terjalinnya hubungan kerjasama atau jual beli dari dua belah pihak. Hal ini disebabkan perjanjian dalam kontraklah yang membatasi hubungan antara dua pihak yang terlibat dalam suatu kontrak, dan akan mengikat hubungan itu di masa sekarang dan di masa yang akan datang.

Berdasarkan penjelasan di atas jelaslah Islam begitu sangat menekankan pentingnya kontrak dalam hubungan ekonomi. Atas dasar itu pula Islam menegakkan kewajiban sesuai dengan akad (kontrak) dan keterbukaan informasi sebagai tugas suci. Jadi kesucian dari akad tersebut wajib kita jaga. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi resiko dari yang muncul di kemudian hari. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *