Mencari uang atau membangun kekayaan

Mencari Uang atau Membangun Kekayaan ?

Dalam memahami konsep ini, ada sebuah perumpamaan yang tepat. Lihatlan seekor kupu-kupu. Cantik bukan ? Sudah pasti Anda akan memiliki hasrat untuk bermain-main dengannya. Kita misalkan kupu-kupu ini adalah sebagai pelambang uang.

Banyak manusia yang salah langkah dalam membangun kekayaan. Ia kejar uang sekuat tenaga, menghabiskan energinya untuk mengejar kupu-kupu (Kenikmatan semu) yang jumlahnya kian terbatas. Sementara itu, semakin banyak pula orang yang yang tertarik dengan kupu-kupu ditempat perburuan kita. Kita bersaing, bahkan saling pukul menjaring satu kupu-kupu dengan mendorong jaring orang lain sehingga menyebabkan kegaduhan.

Setelah mendapatkan kenikmatan semu itu (kupu-kupu), kita ikat kuat dalam sangkar. Disinilah gambaran yang terjadi pada sebagian manusia dalam mencari rezeki. Ketika mendapatkan semua yang mereka inginkan, mereka pun menjadi kikir dan sombong. Banyak orang yang mengatakan bahwa mereka mendapatkan uang dengan bekerja keras sambil melihat curiga terhadap orang lain.

Apakah ini yang kita inginkan ?

Uang yang seharusnya menjadi penghias kehidupan kita dan alat untuk mengabdi kepada Sang Pencipta, malah membuat kita jauh dari-Nya. Sering kali kita melihat banyak rumah ibadah kosong, pesantren kosong, semua sibuk mencari dan mengejar kupu-kupu (Kenikmatan Semu) sampai-sampai melupakan tanamannya.

Alangkah indahnya jika kita hanya fokus dalam membangun tanamnya. Bumi yang Allah ciptakan sangatlah luas, secara manfaat tak terbatas. Keringat dan tenaga memang harus keluar, harus meningkat, kesabaran juga harus berlipat dalam menanti bunga berkelopak. Tapi apa yang terjadi setelah Kenikmatan Semu itu datang ? Kita senang, kita tenang, dan bahkan ridha jika orang lain mengambil uang kita, toh besok masih ada lagi.

Baca Juga  Pasar Kebon Watu Gede

Lalu apakah pilihan Anda ? Mencari Uang atau Membangun Kekayaan ? Apa saja yang akan Anda Dapat ?

  • JIKA ANDA MENCARI UANG

Beberapa hal harus Anda pahami ketika Anda memilih untuk mencari uang

  1. Mengejar Kenikmatan Semu (KUpu-kupu)
  2. Keterbatasan Kupu-kupu/Kenikmatan semu —>Keterbatasan
  3. Sangkar Kupu-kupu —> Kecemasan
  4. Bermain dengan Kupu-kupu –> Kekhawatiran
  • JIKA ANDA MEMBANGUN KEKAYAAN

Hal itu akan berbeda jika Anda memilih untuk membangun kekayaan

  1. Membangun Taman –> Kenikmatan Abadi
  2. Luasnya Taman —> Tak Terhingga —>Makin Luas, Makin Banyak Kupu-kupu
  3. Bermain dengan Kupu-kupu —> Kesenangan
  4. Hilangnya Kupu-kupu —> Tenang

Jadi Strategi apa yang Kita pipih ? Pilihannya adalah Membangun Kekayan lah yang harus menjadi strategi kita, bukan mengejar uang. 🙂 🙂

Kalaulah tujuan kita adalah bermain dengan kupu-kupu dengan perasaan senang, kenapa tidak membuat taman saja ? Tepatnya, taman yang indah yang terdiri dari bunga-bunga yang menarik bagi kupu-kupu. Kita tanam satu-persatu tanaman yang memikat dan menunggu saat ia berbunga lalu menarik kupu-kupu. Kita pun bisa bermain dengan kupu-kupu tanpa perasaan takut, cemas, dan was-was. Saat malampun tiba, kita tidak khawatir ketika kupu-kupu menghilang, karena besok akan ada kupu-kupu lagi. Sesederhana itulah perumpamaannya.

Kalaupun ada pihak yang mengambil kupu-kupu kita dengan jaringnya yang besar, kita tidak menyesal dan tidak takut kehilangan, karena toh besok masih ada kupu-kupu lagi. Tujuan kita bermain kupu-kupu tercapai, namun tak sampai sakit hati dan khawatir. Bukankan itu akan lebih menentramkan ?

Baca Juga  Jangan Menunda Membeli Rumah

Oleh karena itu, kita harus mengubah strategi. Dari strategi mencari uang, kemudian diarahkan menjadi strategi membangun Kekayaan. Dan inilah kuncinya 🙂 Jika kita membangun kekayaan, uang pasti akan datang. Kita yang akan dikejar-kejar oleh uang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *