KPR Syariah dan KPR Konvensional

KPR Syariah Lebih Mahal dari KPR Konvensional ?

Memiliki rumah sendiri memang sudah menjadi salah satu impian untuk semua orang. Faktanya perkara membeli rumah ini tidaklah mudah dan dirasa memang berat, terutama mengingat harga tanah yang dari tahun ke tahun semakin naik.

Bagi Anda yang sedang bingung ingin mengambil KPR Syariah atau KPR Konvensional, ketahuilah alasan mengapa KPR Syariah terlihat lebih mahal daripada KPR Konvensional.

Memilih KPR Yang Tepat

Harga untuk pembelian rumah yang semakin lama semakin mahal, tentu akan sangat memberatkan bagi masyarakat yang ingin segera memiliki rumah sendiri. Menjawab kegelisahan masyarakat yang merasa kesusahan dalam mengumpulkan uang tunai dengan jumlah yang besar, maka pihak bank pun berlomba-lomba mengeluarkan produk cicilan rumah.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) adalah produk bank yang menyediakan cicilan rumah baik yang dikeluarkan oleh bank konvensional maupun bank syariah. Namun pada kenyataannya produk KPR ini tetap saja membuat masyarakat galau karena terdapat bunga dari cicilan KPR itu yang cukup besar, kadang terasa seperti membeli rumah dengan harga dua kali lipat.

Masalah dalam hal seperti itu sudah banyak dikeluhkan oleh orang-orang. Setelah dikeluarkan produk KPR Konvensional yang terkenal dengan bunganya, keluarlah produk KPR Syariah. Mungkin Anda tahu bahwa praktik keuangan Syariah melarang adanya riba dan Anda pun berharap cicilan KPR tidak akan mencapai setinggi cicilan KPR Konvensional.

Tetapi pada praktiknya, saya pun tidak jarang menemukan orang yang mengeluhkan bahwa cicilan KPR Syariah dirasa lebih besar daripada cicilan KPR Konvensional. Padahal jika Anda mengetahui, cicilan KPR Konvensional ini mengikuti suku Bunga BI yang kita tahu jarang sekali turun.

Kredit Pemilikan Rumah

Apakah Anda tahu alasan mengapa KPR Syariah terlihat lebih mahal daripada KPR Konvensional ?

Sebelum membahas hal tersebut, akan dijelaskan bagaimana cara kerja KPR Syariah terlebih dahulu.

Cara Kerja KPR Syariah

Jika dilihat dari sisi persyaratan pengajuan kredit seperti permintaan dokumen kredit dan proses kredit baik dari KPR Syariah dan KPR Konvensional ini tidak ada bedanya. Padahal, dulu BI pernah mengeluarkan aturan mengenai Loan To Value (LTV) dimana persentase jumlah pinjaman terhadap nilai jaminan untuk syariah lebih ringan jika dibandingkan dengan konvensional. Hal tersebut akan mengakibatkan dengan nilai rumah yang sama, maka dengan pembiayaan syariah bisa memberikan plafon kredit yang lebih tinggi. Namun, untuk aturan tersebut saat ini sudah direvisi oleh BI.

Baca Juga  Dampak Negatif KPR Bank Konvensional.

Oleh sebab itu LTV Syariah dan Konvensional sudah tidak berbeda lagi. Perbedaan dari KPR Syariah dan KPR Konvensional adalah cara perhitungan kewajibannya. Pada perhitungan pembiayaan KPR Syariah tidak ada suku bunga lagi seperti pada skema kredit di bank Konvensional.

Jadi tidak ada yang namanya istilah dari bunga murah atau bunga rendah dalam KPR Syariah. Dalam KPR Syariah ini menggunakan sistem bagi hasil, jadi untuk nilai pinjaman syariah adalah nilai pembelian rumah plus margin.

Bank Syariah akan memberitahukan berapa margin yang akan diambil oleh bank dan dibebankan kepada nasabah. Perlu diingat bahwa margin tersebut akan diberitahukan di awal saat pengambilan kredit dan tidak akan berubah selama masa kredit. Tingkat margin ini adalah hal wajib dilihat ketika membandingkan KPR Syariah. Besar kecilnya margin menentukan cicilan yang harus Anda bayar setiap bulannya.

Mengapa bisa dengan skema ini KPR Syariah bisa disebut lebih mahal dibandingkan dengan KPR Konvensional ?

Alasan Mengapa KPR Syariah terlihat Lebih Mahal dibandingkan KPR Konvensional

Seperti yang telah dijelaskan, dengan adanya margin tersebut Anda akan diberikan cicilan yang tetap hingga berakhir masa tenor pinjaman Anda. Jika pada KPR Konvensional biasanya Anda akan memberikan bunga yang berbeda-beda.

Pengambilan menggunakan KPR Konvensional, biasanya Anda akan diberikan bunga flat yang biasanya lebih kecil di tahun-tahun awal daripada cicilan KPR Syariah. Tetapi perlu diketahui bahwa bunga flat tersebut akan berubah ketika cicilan Anda sudah menginjak 3 tahun. Setelah 3 tahun, bunga yang akan dikenakan ke cicilan Anda adalah bunga mengambang yang mengikuti suku Bunga Bank Indonesia. Suku bunga tersebut biasanya selalu berubah-ubah, seringnya naik tetapi terkadang bisa turun. Sehingga tidak kaget lagi jika banyak orang yang mengeluhkan cicilan KPR-nya pada tahun ke-4 atau ke-3 sudah mulai naik.

Baca Juga  Perbedaan Perumahan Syariah dengan Konvensional

Hal ini tidak akan Anda temui di KPR Syariah karena harga rumah dan margin keuntungan bank sudah dipatok di awal saat perjanjian kredit. Jumlah keuntungan atau margin untuk bank sudah disepakati sejak awal dan tidak ada perubahan. Berbeda dengan KPR Konvensional yang penetapan bunganya bersifat mengambang atau dikenal dengan floating, dimana jenis bunga ini tergantung kondisi pasar, bunga tidak dipatok, bisa tinggi dan bisa juga rendah.

Misalnya

Anda ingin mengambil KPR dengan masa tenor 15 tahun dan pembiayaan rumah sebesar Rp500 juta.

Jika Anda menggunakan KPR Konvensional, pada tahun pertama hingga ketiga Anda mendapatkan cicilan sebesar Rp5,7 juta.

Tetapi pada tahun keempat dan seterusnya, cicilan Anda akan meningkat menjadi Rp6,4 juta karena sudah menggunakan bunga mengambang. Dan bisa saja bunga mengambang ini akan semakin besar dari tahun ke tahun.

Jika Anda menggunakan KPR Syariah, Anda akan dikenakan cicilan sebesar Rp6,3 juta dari tahun ke 1 hingga tahun ke 15, tanpa ada perubahan seperti KPR Konvensional.

Kenali Produk KPR yang di Gunakan

Apabila Anda tertarik untuk menggunakan KPR, Anda sudah harus mulai mencari informasi mengenai produk KPR yang ada di pasaran. Apakah ingin mengambil KPR Konvensional atau KPR Syariah.

Sebelumnya Anda pun sudah harus menghitung apakah sanggup untuk membayar KPR tersebut atau Anda malah akan kewalahan. Jangan sampai merasakan bahwa KPR tersebut menjadi beban terhadap hidup Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *