KPR Syariah dan Developer Syariah

Mengenal KPR Syariah dan Developer Syariah

Cara terbaik untuk membeli rumah adalah dengan 100% uang tunai. Membeli secara tunai mungkin kedengarannya sulit, namun bayangkan hidup Anda tanpa adanya beban angsuran yang tinggi. Jika Anda sedang mencari bagaimana caranya membeli rumah dengan KPR Syariah, pahami dulu bagaimana caranya membeli rumah dengan KPR Syariah.

  • KPR SYARIAH

Pasar jualbeli rumah memang sangat tinggi sehingga menyebabkan rumah naik secara signifikan. Sering kali kita menemukan orang membeli rumah dengan cara KPR daripada membeli secara tunai atau cash. Dana membeli rumah pun menjadi urusan yang besar, karena membeli rumah membutuhkan uang yang besar. Belum lagi dengan inflansi harga rumah yang semakin naik dari tahun ke tahun. Selain dijadikan sebagai tempat tinggal, rumah juga bisa menjadi sumber pendapatan pasif untuk beberapa orang.

Banyak orang yang menggunakan KPR karena alasan yaitu ketidaktersediaan uang yang banyak saat membeli rumah. Pembelian dengan membeli secara KPR, orang tersebut dapat mengeluarkan uang dalam jumlah yang lebih kecil dari harga rumah tersebut, meskipun memakan waktu bertahun-tahun. Namun perlu diingat bahwa bunga KPR yang ditawarkan, bisa naik sewaktu-waktu. Seringkali kita jumpai bahwa bank-bank konvensional menawarkan KPR Konvensional dengan bunga yang fluktuatif.

Seringkali kita menemui rumah-rumah yang dijual oleh bank dikarenakan kredit macet atau saat orang yang menggunakan KPR tidak bisa membayarnya. Belum lagi, saat ini semakin sadarnya masyarakat Indonesia dengan ekonomi syariah. Sehingga mereka lebih memilih untuk berhutang ke saudara atau teman tanpa bunga, mengingat bunga bank konvensional termasuk riba.
Menjawab permintaan dari berbagai masyarakat, muncullah bank syariah yang menyediakan KPR Syariah. KPR Syariah tersebut memberikan pinjaman dengan bunga yang tetap hingga akhir cicilan.

Terdapat dua jenis KPR Syariah yang telah populer di masyarakat yaitu :

  1. Akad murabahah atau yang disebut skema jual beli, dan
  2. Akad musyarakah mutanaqishah atau disebut skema kerja sama bagi hasil.

Contoh Akad Murabahah

Misalkan, Anda ingin mengambil rumah seharga Rp 750 juta dengan menggunakan akad murabahah. Untuk uang muka KPR disepakati sebesar 30%, maka Anda harus membayar uang muka sebesar Rp 225 juta.

Baca Juga  Jangan Menunda Membeli Rumah

Bagaimana dengan sisa uang rumah yang harus dibayar ? Tenang saja, bank akan membantu dengan membayar sisa dari uang muka yang telah diberikan, yaitu sebesar Rp 525 juta.

Jika margin yang disepakati sebesar 9 persen dengan tenor cicilan 15 tahun, maka Anda harus bayar cicilan per bulan sekitar Rp 5,3 juta.

Contoh Akad Musyarakah Mutanaqishah

Sebagai contoh, Anda akan membeli rumah seharga Rp 750 juta tersebut, dibagi sesuai dengan porsi masing-masing.

Misalnya, bank menyetorkan porsi 60 persen atau Rp 450 juta dan Anda menyetor porsi 40 persen atau Rp 300 juta, maka akan terkumpul uang sejumlah Rp 750 juta dari Anda dan juga bank.

Setelah itu, rumah tersebut akan dibeli kembali dan disewakan kepada Anda. Jika tenor pinjaman yang disepakati adalah 15 tahun, maka Anda harus membayar sewa dan juga kepemilikan bank atas rumah tersebut.

Misalkan, Anda sepakat untuk membayar sewa per bulan sebesar Rp 1,5 juta. Tetapi, Anda juga harus membeli kepemilikan bank dari rumah yang Anda sewa yang besarannya telah disepakati oleh kedua belah pihak di awal.

Namun perlu diketahui bahwa biaya-biaya yang dicontohkan diatas belum termasuk biaya tambahan lain, seperti biaya notaris, biaya balik nama, BPHTB, dan biaya lainnya.

Selain adanya KPR Syariah, jika Anda ingin menghindari riba dari bank, terdapat metode pembelian rumah baru yaitu pembelian rumah melalui Developer Syariah.

  • DEVELOPER SYARIAH

Jika Anda jalan-jalan ke suatu daerah kemudian Anda menemukan iklan properti syariah dengan slogan yang khas, yaitu “tanpa riba”, “tanpa denda”, “tanpa sita”, “tanpa BI checking” , dan “tanpa KPR bank”. Lalu, Anda pun heran memang ada ya pembelian rumah tanpa campur tangan bank jika tidak bisa melunasinya saat pembelian pertama.

Ternyata, sekarang sudah ada metode pembelian dengan melalui developer syariah dimana semua transaksi jualbeli rumah dengan developer syariah terdapat pada kesepakatan perjanjian yang sudah di tandatangani oleh keduabelah pihak yang bermaterai.

Baca Juga  Dampak Negatif KPR Bank Konvensional.

Developer Syariah akan menetapkan cicilan tiap bulannya dengan angsuran tetap selama tenor yang disepakati oleh kedua belah pihak. Misalnya, Anda membeli rumah seharga Rp 750 juta dengan tenor 10 tahun dan margin sesuai kesepakatan yaitu 5 persen per tahun.

Berapakah Anda harus membayar per bulan? Ternyata, Anda perlu membayarnya sebesar Rp6,5 juta.

Bagaimana jika ditengah perjalanan Anda tidak dapat membayar cicilan rumahnya ? Anda tidak perlu khawatir atau panik.

Apabila ditengah perjalanan tidak bisa membayar cicilan, Developer Syariah tidak akan menyita rumah Anda seperti yang sering ditemui pada bank konvensional, melainkan akan ada kesepakatan win-win solution bagi kedua pihak.

Misalkan Anda over kredit rumah Anda ke orang lain dengan tetap menentukan margin dan hasil dari over kredit tersebut dibayarkan kepada pengembang sementara marginnya (sisa penjualan) boleh diambil oleh nasabah.

Jadi, tidak akan ada penyitaan yang dilakukan developer karena ada kesepakatan dari awal yang dilakukan secara musyawarah dan tidak merugikan kedua belah pihak.

Jika Anda ingin melunasi keterlambatan cicilan beberapa bulan yang belum dibayarkan sebelumnya, maka tidak akan ada denda dari pihak developer. Asalkan, Anda memiliki itikad baik untuk membayar cicilan rumah yang menunggak tersebut.

Selain dari tidak adanya penyitaan, pembelian dengan developer tidak melibatkan bank. Meskipun skema yang digunakan dari pembelian rumah ini adalah akad murabahah, namun skema ini benar-benar tidak melibatkan perbankan.

Developer syariah meyakini jika prinsip jual beli yang sesuai syariah adalah tanpa melibatkan pihak ketiga seperti perbankan, baik untuk urusan KPR maupun dalam urusan pembangunan.

Ciri lain dari pembelian rumah dengan pengembang syariah adalah penyerahan kunci nasabah yang lebih lama.

Jika menggunakan KPR, penyerahan kunci bisa memakan 6 bulan, maka developers yariah akan menyerahkan kunci selama 1 hingga 2 tahun.

Hal tersebut dilakukan karena pengembang benar-benar membangun rumah dari biaya setoran angsuran nasabah yang terkumpul. Jika Anda semakin lancar membayar angsuran, maka Anda akan semakin cepat mendapatkan kunci rumah Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *