Ciri Perumahan Ramah Lingkungan

Segala permasalahan lingkungan yang ada mulai dari polusi, pencemaran lingkungan, hingga pemanasan global, tidak heran kini semua orang mulai berlomba-lomba untuk mengubah gaya hidupnya jadi lebih ramah lingkungan. Termasuk di dalamnya adalah tinggal di perumahan yang ramah lingkungan. Selain memiliki hunian pribadi yang ramah lingkungan, penting juga untuk memastikan bahwa rumah yang dimiliki juga berada di perumahan yang ramah lingkungan.

Sebenarnya seperti apa lingkungan perumahan yang ramah lingkungan? Berikut, simak ciri-ciri dan karakter dari lingkungan perumahan yang ramah lingkungan.

1. Perumahan yang Ramah Lingkungan Memiliki Kepadatan yang Tidak Berlebihan dan Merata

Lingkungan yang terlalu padat identik dengan kekumuhan. Salah satunya disebabkan semakin padat lingkungan, maka akan semakin padat pula sistem utilitas di kawasan tersebut sehingga rawan terjadi ketidak teraturan pada sistem utilitas kawasan. Tentu hal tersebut sangat jauh dari kesan perumahan yang ramah lingkungan.

Tingkat Kepadatan Perumahan

Hal lain yang membuat lingkungan padat adalah gubahan massa bangunan yang terlalu berhimpitan karena terlalu padatnya lingkungan. Bangunan yang berhimpitan akan mempengaruhi sirkulasi udara tidak baik dan pencahayaan natural yang buruk dari lingkungan tersebut secara keseluruhan juga secara ruang personal setiap rumah. Tidak jarang, penggunaan lampu dan pendingin ruangan di daerah seperti ini cenderung boros.

2. Mempunyai Sistem Pengolahan Limbah yang Terintegrasi

Konsep ramah lingkungan identik dengan daur ulang. Pada perumahan yang ramah lingkungan, hal ini harus diterapkan. Semua limbah yang dihasilkan oleh perumahan harus diolah dengan bijak. Apalagi kita tahu bahwa limbah rumah tangga yang dihasilkan lingkungan perumahan tidak kalah banyak dan memiliki potensi yang sama mencemari lingkungan.

Pengolahan limbah bisa dimulai dengan pemilahan jenis-jenis sampah rumah tangga. Mulai dari pemisahan yang bisa didaur ulang, yang bisa dijadikan kompos, hingga yang harus dimusnahkan. Selain sampah, limbah air juga memerlukan pengolahan yang cukup serius. Sirkulasi jalur air kotor lingkungan yang baik, ketersediaan penampungan, hingga pusat pengolahan limbah-limbah harus dijadikan prioritas.

Baca Juga  Perbedaan Perumahan Syariah dengan Konvensional

3. Bekerja, Tinggal, dan Rekreasi Bisa Dilakukan di Satu Lingkungan

Perumahan yang ramah lingkungan harus memiliki aksesibilitas dan ketersediaan fasilitas-fasilitas penunjang yang baik. Tidak hanya itu saja, fasilitas publik seperti taman, pasar, klinik, pertokoan juga harus bisa diakses dengan mudahnya. Umumnya, perumahan yang ramah lingkungan sangat rendah tingkat paparan polusinya.

4. Perumahan dengan Pedestrian dan Sirkulasi Jalan yang Baik

Untuk menunjang aksesibilitas perumahan yang ramah lingkungan, sudah selayaknya jika perumahan yang ramah lingkungan juga didukung dengan ketersediaan jalur pejalan kali yang memadai dan nyaman. Jalur pejalan kaki yang memadai dan nyaman juga akan mendorong penghuninya untuk lebih memilih berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan pribadi. Akhirnya, mereka pun cenderung menjalani gaya hidup yang sehat dengan berjalan kaki dan makan makanan sehat.

Selain ketersediaan jalur pedestrian, sebuah perumahan yang ramah lingkungan juga harus memastikan jalur tersebut terhubung dengan baik serta memiliki interkoneksi yang memadai untuk menjangkau setiap fungsi dan area yang ada di dalam perumahaan yang ramah lingkungan. Hal itu juga berlaku untuk jalur kendaraan bermotor. Aksesibilitas internal yang baik ini bertujuan untuk mengurangi tidak efisiennya sirkulasi yang berakibat pada tidak efisiennya penggunaan energi.

5. Memiliki Akses menuju Transport Publik yang Terjangkau

Perumahan yang ramah lingkungan juga harus terintegrasi dengan layanan transportasi publik. Transportasi publik ini juga harus terintergrasi dengan berbagai pilihan rute dan transportasi publik lainnya sehingga memudahkan penghuni untuk mencapai suatu lokasi. Dengan kemudahan ini, penghuni perumahan yang ramah lingkungan diharapkan lebih memilih menggunakan transportasi publik guna menghemat energi dan juga mengurangi polusi akibat penggunaan kendaraan pribadi.

6. Memiliki Ruang Terbuka Hijau Memadai dan Mudah Diakses

Perumahan yang ramah lingkungan juga ditandai dengan tersedianya ruang terbuka hijau yang memadai. Ruang terbuka hijau pada perumahan berfungsi tidak hanya sebagai area serapan air, tetapi juga mengatur sirkulasi udara, mengendalikan polusi udara, hingga menjaga kelembaban udara dari lingkungan perumahan yang ramah lingkungan agar lebih nyaman.

Ruang terbuka Hijau

keberadaan ruang terbuka hijau harus mencukupi kebutuhan aktivitas para warga dan juga mampu diakses dengan mudah karena sering dijadikan ruang komunal bagi para penghuni perumahan.

Baca Juga  Keajaiban Properti

7. Kembali pada Pengguna Produk Lokal

Menggunakan produk-produk lokal dalam membangun rumah dan fasilitas dalam perumahan yang ramah lingkungan adalah salah satu cara mengurangi penggunaan energi yang tidak efisien karena distribusi barang atau produk yang berasal dari luar lingkungan perumahan. Distribusi produk-produk dari luar ini akan meninggalkan jejak karbon yang tidak baik untuk kelestarian lingkungan. Dengan menggunakan produk lokal, secara tidak langsung perekonomian masyarakat sekitar perumahan yang ramah lingkungan juga ikut terangkat.

8. Mandiri dalam Hal Energi

Pada tingkat yang lebih lanjut, perumahan yang ramah lingkungan juga mulai mandiri dalam hal penggunaan energi. Energi ini tentu energi terbarukan yang ramah lingkungan. Pengunaan panel surya dan pembangkit listrik lainnya seperti kincir air atau kincir angin kini mulai digalakan guna menghasilkan energi yang lebih ramah lingkungan.

9. Perumahan yang Ramah Lingkungan perlu juga Pengolahan Air

Sistem Pengolahan Air

Pengolahan limbah air bersih juga sama pentingnya dengan pengolahan limbah air kotor. Tidak semua lingkungan bisa memiliki sumber air sehingga memerlukan distribusi air dari lingkungan lain. Pendistribusian air ini tentu membutuhkan energi yang tak sedikit. Oleh sebab itu, perputaran air di dalam lingkungan perumahan yang ramah lingkungan haruslah bersifat siklik, dimana air yang digunakan harus kembali lagi pada lingkungan untuk diolah dan digunakan kembali. Keberadaan kolam retensi dan pengolahan air bersih bisa menjadi solusi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *