Grand Syafa Madina

Perbedaan Perumahan Syariah dengan Konvensional

Perbedaan yang paling menonjol antara perumahan syariah dengan konvensional adalah proses jual-beli di dalamnya.

Dilihat dari Segi Transaksi

KPR Syariah: Hanya terdapat dua Pihak yang bertransaksi yaitu antara pembeli dan developer. Pembayaran baik Cash maupun diangsur langsung ke developer tanpa melibatkan pihak ketiga, atau Bank.

Bank Syariah: Jika transaksi menggunakan Bank Syariah terdiri dari tiga Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank.

Bank Konvensional: Sama dengan menggunakan Bank Syariah, transaksi melalui Bank Konvensional juga terdiri dari tiga Pihak yaitu antara pembeli, developer dan bank.

Harga Rumah

KPR Syariah : Harga rumah yang jelas dan disepakati dari awal. Sehingga harganya jelas dari awal sampai pelunasan cicilan. Misalnya, di awal perjanjian telah disepakati bahwa harga rumah sebesar Rp 300 Juta. Maka, harga itulah yang dicicil tiap bulan dibagi waktu cicilan. Tidak ada tambahan yang merubah harga.

Bank Syariah : Biasanya Bank akan mengambil keuntungan dulu, misalnya membeli rumah seharga Rp 300 juta jangka waktu lima tahun, bank syariah misalnya mengambil keuntungan Rp150 juta. Maka harga jual rumah kepada pembeli untuk masa angsuran lima tahun adalah Rp. 450 juta.

Bank Konvensional : Lain hal dalam transaksi perumahan konvensional. Bank biasanya menambahkan bunga yang berubah-ubah setiap bulannya (bunga floating). Sehingga harga rumah berubah dari kesepakatan awal. Di awal harganya sebesar Rp 300 Juta bisa menjadi Rp 500 Juta setelah lunas, karena tambahan bunga dan biaya lain.

Baca Juga  Keuntungan Tinggal di Perumahan Islami

Jaminan

KPR Syariah: Dalam KPR Syariah Rumah yang di perjualbelikan atau kredit tidak dijadikan jaminan oleh Developer.

Bank Syariah atau Bank Konvensional : Menentukan kebijakan bahwa Rumah yang diperjualbelikan/kredit dijadikan sebagai jaminan.

Denda

KPR Syariah : Tidak mengenakan denda jika terjadi adanya keterlambatan pembayaran atau angsuran. Karena denda terhadap suatu akad jualbeli yang telah disepakati adalah riba.

Bank Syariah atau Bank Konvensional : Terdapat adanya denda.

Sita

KPR Syariah: Rumah yang telah dibeli ketika akad hakikatnya langsung milik Anda. Tentu dengan munculnya kewajiban (hutang) jika pembelian kredit. Tidak terdapat sita atas kepemilikan anda.

Bank Syariah: Tidak ada sita

Bank Konvensional: mengenakan sita

Pinalty

KPR Syariah : Jika pembeli mempercepat pelunasan dari tenor waktu yang telah disepakati pada saat pembelian kemudian telah melunasi dari batas waktu yang telah ditentukan ditentukan maka tidak ada penalty. Karena dalam KPR Syariah hal tersebut adalah riba

Bank Syariah dan Bank Konvensional : Ada pinalty

Asuransi

KPR Syariah : Dalam KPR Syariah tidak memakai adanya asuransi apapun, karena asuransi adalah haram yang di dalamnya terdapat unsur riba, ghoror, maysir dan lain-lain.

Bank Syariah dan Bank Konvensional : Ada asuransi

BI Checking

KPR Syariah : Tidak ada BI Checking, dikarenakan Developer pun tidak menggunakan perbankan sebagai perantara.


Bank Syariah dan Bank Konvensional : Ada BI Checking

Baca Juga  Kesalahpahaman Tentang Skema Syariah

 

1 thought on “Perbedaan Perumahan Syariah dengan Konvensional”

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *