Kenapa proyek perumahan Syariah belum terbangun?

Proyek Perumahan Syariah belum Terbangun?

Syariah adalah aturan yang berlaku berdasarkan Al-Quran, Hadist, dan Ijma, bukan menjadi suatu nilai jual atau kelebihan dari suatu produk. Saat Anda mengetahui suatu bisnis atau produk yang menanamkan syariah, maka akan lebih baik untuk mengkroscek terlebih dahulu. Jangan telan mentah-mentah suatu informasi, tapi silahkan dipelajari dan dianalisis terlebih dahulu. Perlulah untuk dikaji dulu dari segi akadnya, peraturannya, dan kebutuhannya bagi Anda.

Sebagian besar Developer Properti Syariah mengusung perumahan atau rumah syariah dengan akad Istisnha’ atau akad pesan bangun. Dengan dasar tersebut, developer akan membangun rumah syariah setelah pembayaran dilakukan sesuai peraturan yang diberikan oleh developer, baik pembayaran secara cash atau dengan kredit. Biasanya Developer akan melakukan proses pembangunan setelah DP lunas, ada pula developer yang melakukan proses pembangunan setelah setelah grand launching perumahan syariah tersebut, hal tersebut tergantung dari masing-masing developer.

Berkaitan dengan hal tersebut, perlu diketahui bahwa Developer Property pada Perumahan Syariah “Grand Syafa Madina”, developer menggunakan akad Istishna’ atau akad pesan bangunan. Dimana proses pembangunan rumah dilakukan setelah pembayaran DP lunas. Di dalam PJB Akad Istishna’ sudah dijelaskan beberapa point antara lain terkait Ketentuan pokok hukum syara’ tentang Al-IStishna’, tentang Rumah Tinggal, Harga dan Total Kewajiban Financial, Cara Pembayaran, Keterlambatan Pembayaran, Agunan, Penyerahan Rumah Tinggal dan Hak Khiyar, Pembatalan Akad dan Ganti Rugi, Penyelesaian Perselisihan, Masa Pemeliharaan, dan Lain-lain.

Baca Juga  Keuntungan Tinggal di Perumahan Islami

Apakah nantinya bisa dijadikan penipuan ?

Sebagai seorang pembeli tentu kita berhak untuk mengetahui status tanah yang akan dibeli. Selain itu sebelum melakukan pembayaran, dari pihak developer akan memberikan surat perjanjian pemesanan rumah yang mengikat bagi kedua belah pihak antara penjual dan pembeli. Setelah pembayaran DP selesai bisa dilanjutkan pada proses jual beli dihadapan Notaris sebagai badan hukum, dan sertifikat bisa langsung berganti nama menjadi milik pembeli, meskipun pembeli melakukan pembayaran dengan sistem kredit.

Saat ini sudah banyak developer perumahan syariah yang memberikan keringanan dalam masalah Down Payment (DP) dimana down payment tersebut dapat dicicil hingga 2 tahun. Sehingga setelah pembeli sudah lunas untuk membayar down payment, maka rumah syariah sudah siap dibangun.

Berapa Lama Rumah Syariah atau Perumahan Syariah Terbangun ?

Perlu diketahui Developer syariah membangun rumah dengan dana sendiri, tanpa ada pendanaan bank, baik itu yang ready maupun indent. Sebagian besar rumah syariah menjanjikan pembangunan rumah dalam jangka waktu selama 1-2 tahun setelah DP lunas. Katakanlah rumah indent selama 2 tahun, cicilan yang diambil 10 tahun. Dalam 2 tahun rumah bisa ditempati, sehingga pembeli hanya menaggung resiko selama 2 tahun. Sedangkan developer menanggung resiko selama 8 tahun.  Resiko tersebut contohnya seperti adanya pembeli yang telat bayar, atau nunggak, atau (amit-amit) terjadi kebakaran yang tidak dicover sama asuransi. Atau misalkan pembeli meninggal dunia dan tidak ada yang mau meneruskan, atau kemungkinan gagal bayar yang tidak menggunakan sistem sita atau lelang seperti di KPR bank konvensional.
Yang jelas, Rumah Syariah Harganya sudah jelas ditetapkan di awal, jadi sampai kapanpun harganya tetap segitu, tidak ada tambahan bunga, denda atau sita.

Baca Juga  Keajaiban Properti

Untuk syarat pembelian rumah syariah sangat mudah dan segala syarat dapat dinegosiasikan dengan developer.

Mengutip dari pernyataan Ustadz Erwandi Tarmizi..

“KPR Syariah memang Mahal tapi itu Halal..sedangkan KPR Konven Terlihat Murah padahal Mahal dan Haram/Riba..
Sama seperti Nikah itu Mahal.. dan Zina itu Murah karena nggak ada Akad..”

Developer poperty perumahan syariah “Grand Syafa Madina” Insya-Allah pengembangnya sangat Amanah, bahkan uang konsumen tidak dipakai alias tersimpan dengan aman sampai pembangunannya selesai.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *