Riba Fadhl

Riba Fadhl adalah riba yang terjadi karena adanya tambahan. Berikut hadist yang menjelaskan mengenai riba Fadhl :

الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ يَدًا بِيَدٍ فَمَنْ زَادَ أَوِ اسْتَزَادَ فَقَدْ أَرْبَى الآخِذُ وَالْمُعْطِى فِيهِ سَوَاءٌ

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1584)

Barang ribawi ada enam jenis yaitu emas, perak, gandum, sya’ir, kurma dan garam. Sehingga jika mau melakukan transaksi jualbeli barang tersebut atau dilakukan barter maka harus memenuhi dua persyaratan :

Pertama, transaksi harus tunai tidak boleh ada penundaan. Penyerahan barang juga harus saat akad transaksi berlangsung. Misalnya, beli Emas 2 gr, pembayaran harus dikakukan saat itu juga tidak boleh dicicil atau via online, pun dengan barang harus diserahkan pada hari yang sama. Karena, apabila dilakukan penyerahan beda hari bisa jadi harga emas tiap gramnya sudah naik. Tukar tambah perhiasan emas juga sebaiknya dilakukan dengan cara jual dulu emasnya, kemudian setelah mendapat uang dari penjualan kita, baru kemudian beli sesuai yang diinginkan. Apabila dilakukan tukar tambah dengan menyebutkan harganya, diperbolehkan. Misal akadnya seperti ini, si Fulan membeli menjual emas 2 gram laku seharga Rp. 960.000. Kemudian mau beli baru dengan harga per gram Rp. 500.000, dengan berat 3 gram. Bisa bilang ke pramuniaga toko total harganya Rp. 1.500.000, sudah ada uang Rp. 960.000 yang di pegang mbaknya ya, berarti saya kurang nambahi Rp. 540.000.

Kedua, apabila mau dilakukan barter jumlah dan takaran harus sama tidak boleh dikurangi maupun dilebihkan, meskipun kwalitasnya berbeda. Misalnya emas 22 karat 3 gram mau ditukar dengan emas 24 karat jumlahnya harus sama, tidak boleh yang 24 karat kemudian dikurangi menjadi 2 gram, atau dilebihkan menjadi 5 gram misalnya itu namanya riba fadhl. 

 
Seperti yang tertuang dalam hadist (HR. Muslim no. 1587) :
 
الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ وَالْبُرُّ بِالْبُرِّ وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلاً بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هَذِهِ الأَصْنَافُ فَبِيعُوا كَيْفَ شِئْتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ

Jika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).” 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *